Amanah pada selembar daun

Semua anak terlahir dengan sisi baik dan buruknya walapun sering tak seimbang

Amanah pada selembar daun

70 Views

non.fiksi

Published By : non.fiksi

30 March 2018

Andre memang digelari ternakal. Sering menghamburkan pakaian kotor, mengecat dinding dengan pasta, melempar sampah di halaman tetangga, hingga tidur paling larut.

“Dia keterlaluan! Tas temanku dilempar ke jalanan. Buang saja dia ke hutan, begitu terkenal sebagai tarazan, baru kita ambil lagi!” Tukas Stephanie kesal pada adik semata wayangnya.

Aku tahu mereka frustasi melihat tingkah Andre hingga mereka buta melihat sisi positif cucuku itu. “Jangan. Aku percaya dia anak yang dapat dipercaya dan amanah.”

Pada malam hari, Andre masih sibuk dengan legonya. Aku mengetuk pintu kamarnya, “Andre? Kakek ingin bicara serius.”

Andre mempersilakan aku masuk. “Dengar, aku besok akan ke rumah sepupumu di Hongkong hingga tahun depan. Ini, aku titip daun ini dan jaga hingga aku kembali lagi. Jika kau bertanya untuk apa, kakek tidak akan pernah mengatakannya.”

Ia mengambil daun itu.

Setahun kemudian, aku kembali, Andre menyambutku pertama kali, “Kakek daun ini mati padahal aku sudah menjaganya.”

“Tidak apa, ini hanya daun biasa. Lihat, kau memang anak yang amanah!”

Tags

70 Views

Published By : non.fiksi

30 March 2018

Artikel Lainnya

Artikel Terkait