Jangan lupa kebahagiaanmu sendiri

Ada kalanya kau harus bahagia dengan pilihanmu sendiri

Jangan lupa kebahagiaanmu sendiri

13 Views

non.fiksi

Published By : non.fiksi

09 May 2018

Di dunia ini, aku hanya memiliki satu orang saudara kandung. Dulu, kami sngat menyatu tetapi sekarang tidak lagi. Ia sudah jarang pergi bersamaku. Semenjak ia kuliah, tepatnya setelah ia berpacaran, waktunya untuk keluarga jadi sangat berkurang bahkan perlahan dia mengubah dirinya menjadi sosok asing bagiku.

“Kak, kenapa menangis?” Aku menemukannya meringkuk di tempat tidur dan wajahnya sembab.

“Pacarku, katanya mau mutusin aku kalau aku nggak mau biasain pakai heels. sedangkan kaki aku sakit, varises aku mulai muncul.”

“Astaga. Hanya masalah soal sepatu aja.”

Aku paham, kami sekeluarga tipe orang yang santai dan cenderung memakai pakaian yang santai dan nyaman. Bukannya menyiksa dengan sepatu tinggi yang runcing. Apalagi, saat mereka pergi berpacaran, waktunya sangat lama. Aku juga baru sadar, kakakku sekarang cenderung memakai pakaian yang modern tapi sangat menyiksa. Kadang saat pulang ke rumah, dia buru-buru mengganti bajunya yang terlalu mengekspos keindahan dibanding kenyamanan.

“Ya ampun, kak. Walaupun aku belum pernah berpacaran tapi lebih baik kakak putusin dia aja sekalian. Yang namanya orang sayang, dia bisa menerima kita apa adanya. Berhenti, deh, mikirin kebahagian orang lain. Kebahagiaan diri sendiri itu juga penting!”

Akhirnya air matanya mulai berhenti keluar.

13 Views

Published By : non.fiksi

09 May 2018

Artikel Lainnya

Artikel Terkait