Kotak musik malam hari

Listrik sedang padam, boneka kelinci itu jatuh ketika angin sudah tak kencang lagi.

Kotak musik malam hari

57 Views

non.fiksi

Published By : non.fiksi

29 March 2018

Malam itu, hujan sangat deras diperparah dengan angin kencang. Pohon-pohon hampir saja tumbang. Mala sedang menyelesaikan pekerjaannya, besok sudah harus dikumpulkan sehingga dia terus berdoa, jaringan internet tidak buruk. Sayangnya, listrik padam dan sinyal kacau, ia pasrah. Matanya kering dan lelah bisa semakin sakit jika harus meraba bekerja.

Di lantai dua, hanya dia sendirian. Dua keponakan dan Ibunya berada di bawah. Karena tak bisa bekerja, ia merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. Satu bagian tirai lemari bajunya bergoyang. Tak lama, jejeran boneka kelinci kecilnya jatuh satu. Angin sudah mereda tapi kenapa benda-benda itu terlambat bergeraknya?

Pintu kamarnya memang tak tertutup. Hanya dengan penerangan handphone, Mala iseng bermain-main bayangan dengan tangannya sendiri layaknya ketika ia masih kecil.

“Tingg... tiningg... tinining... ting...”

Suara kotak musik berbunyi. Dalam hati Mala bergumam, “kan kotak musiknya udah rusak.”

Bayang-bayang yang dimainkannya bertambah. Lebih besar, dari bayangan itu ada sebuah kotak kecil. Jantungnya berdebar dan lehernya kaku.

“Kakak! Ngapain mati lampu sendirian di kamar? Keluar!”

“Ibu?”

Tags

57 Views

Published By : non.fiksi

29 March 2018

Artikel Lainnya

Artikel Terkait