Nepotisme adalah bagian keegoisan

Mungkin ini tidak merugikan finansial seseorang tapi ini menyakitkan

Nepotisme adalah bagian keegoisan

30 Views

non.fiksi

Published By : non.fiksi

07 May 2018

Dua sahabat dengan kompak menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Walau terpisahkan dua institusi pendidikan yang berbeda, mereka bisa menempati janji. Sepekan dari kelulusan, Afi menghubungi Vanessa yang masih ada dalam satu kota tetapi tidak pernah berjumpa.

“Nes, kamu udah ngurus kartu kuning melamar kerja?”

Vanessa langsung menghubungi Afi dan menanyakan segala hal tentang kartu kuning yang selalu dipegang para pelamar kerja. “Aku nggak tahu juga dimana kantornya, nanti kita sama-sama aja buatnya, Nes... Senin kamu bisa?”

Lagi-lagi, Afi kecewa, Vanessa mengatakan dirinya tidak bisa. Minggu depannya Afi bertanya bagaimana kabar kartu kuning milik Vanessa. “Aku udah buat kemarin, Fi.”

Dua bulan kemudian, Afi secara tak sengaja bertemu dengan Vanessa tetapi dia sudah berseragam kerja. “Kamu kerja dimana, Nes?”

Sementara Afi mengingat dalam benaknya, di pengumuman penerimaan honor daerah nama Vanessa tidak ada di dalamnya. Jangan-jangan, dia salah satu yang dibilang honorer titipan.

“Iya, aku kerja di sana, dibantu Tanteku. Apa yang salah? Aku tidak mengeluarkan uang sepeser pun, aku juga tidak merogoh kocekmu!”

Afi menatapnya dalam, “memang. tapi nepotisme itu gambaran orang egois yang takut! Ini bukan soal materi tapi soal keadilan. Kau melukai hati orang-orang yang ingin kerja di sana dengan kerja keras tapi kau?”

30 Views

Published By : non.fiksi

07 May 2018

Artikel Lainnya

Artikel Terkait