Panggung Sandiwara

Dulu, aku menginginkannya dan sekarang aku harus menerima resikonya

Panggung Sandiwara

34 Views

non.fiksi

Published By : non.fiksi

22 March 2018

Dulu, setiap melihat lensa kamera, aku merasa sebentar lagi akan tersedot ke dalam bulatan hitam itu. Leherku tegang, kakiku pun terasa mati. Bulatan benda mati kecil itu akan menampilkan aku di layar yang ribuan kali lebih besar darinya. Lidahku terasa kelu dan otakku kesulitan menyusun kalimat. Layaknya orang yang terserang penyakit stroke mendadak, itulah aku di depan kamera saat pertama kali mencoba casting.

Sekarang, aku sudah bosan dan tidak lagi merasakan sensasi apapun didepannya. Kehidupan yang dulu aku idam-idamkan, sekarang aku sudah dapatkan. Yang terbayang dalam kepalaku, artis itu adalah pekerjaan paling menyenangkan! Tampaknya, aku ingin meralat dan merubah itu semua. Tampil dimana-mana dan menjadi sorotan kamera yang dilihat seluruh manusia justru membuat aku seperti bukan manusia. Aku harus tampil sempurna dan bersikap sesuai dengan kemauan mereka, para netizen. Seolah-olah aku ini manusia yang tak boleh berbuat dosa, padahal malaikat saja bukan aku. Mau bagaimana lagi, ini jalan hidup yang kupilih, aku harus bisa menghadapinya.

Tags

34 Views

Published By : non.fiksi

22 March 2018

Artikel Lainnya

Artikel Terkait